.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

AKU DIMAKAMKAN HARI INI


Aku Dimakamkan Hari Ini
Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,

masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...

Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.

Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,

Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan...

Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...

Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),

jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...

Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi

Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.

Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu

Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka,
maafkan aku ayah dan ibu,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu

beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh,

Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka...
begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia sia an
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...

Kamis, 19 Mei 2011

PETISI KEPADA RAJA NEGERI KERA


Rakyat kera sedang membaca petisi

PENGANTAR
Konon di abad ke 23 kelak (Wallahualam), hewanpun akan secerdas manusia. Tapi karena mereka baru merdeka, para pemimpin negeri kera yang berasal dari kera duafa sangat rakus. Mereka sibuk memenuhi pundi-pundi diri, keluarga dan kroninya.

Berikut surat seekor kera terhadap rajanya. Moga bermanfaat.

Aku datang padamu bawa seribu berita.
Tentang keluhan mereka yang menderita.
Tentang Mereka yang hidupnya dinista,
dan tentang mereka yang terlunta-lunta.

Aku datang padamu mengambarkan aparat yang dusta,
aku akan sampaikan tentang protes rakyatmu berjuta,
aku akan datang padamu bawa protes hutan yang rata,
dan akupun akan menjumpaimu dengan doa dan airmata.

Aku berharap dihatimu masih ada secuil rasa cinta,
aku berdoa semoga nuranimu tidak dibutakan harta.
Aku berharap pembisikmu jangan dipercaya serta merta,
Supaya diakherat engkau tidak merangkak bagai hewan melata.

Baginda....
Kini jalan-jalan dinegeri kami berlubang dan penuh luka.
Tambal sulam yang dibuat tidak bagus dan sesuka-suka.
Sebahagian besar uangnya pergi ke kantong mereka,
sedang ban dan mesin kendaraan kami rengkah-rengkah.
Gedung-gedung yang dibuat sangat mahal hancur oleh gempa,
Irigasi yang dibuat dengan hutang luar negeri tersapu oleh bah.
Peralatan yang dibeli dengan pajak rakyat menumpuk ditempat sampah.
Sedangkan engkau sibuk kesana kemari umbarkan sukses menepuk dada.

Tahukah engkau...
Hutan hujan rimbun pemberian Tuhan kini semua telah habis,
tidak ada lagi sarang binatang melata dan burung seperti belibis.

Hujan yang datang membuat sungai-sungai meluap dan bukitpun terbis.
Dan sawah dan ladangpun hancur, sedang yang tersisa pada petani hanyalah tangis.

Itukah balasanmu terhadap trilyunan pajak kendaraan yang kami bayarkan?

Pupuk yang mahal harus kami beli atas pupuk alami yang kami tinggalkan?

Sedangkan bagi rakyat pemimpin hendaknya bukan menjadi beban,
tetapi membawa mereka pada kesejahteraan.

Baginda....
Mengapa engkau biarkan para tenaga kera wanita teraniaya,
padahal mereka pergi karena engkau tak becus buat lapangan kerja.
Karena mental yang terbentuk bukan pelayan namun menganggap diri raja.

Milyaran dollar uang yang mereka kirimkan hanya kau anggap remeh dan kecil saja.
Masihkan engkau menganggap dirimu berhasil,
sedangkan penderitaan dan air mata terus mengalir ditengah orang kecil.
Untuk bayar hutang pupuk pun petani harus mencicil,
dan terhadap keberhasilan rakyat berwiraswasta, aparatmu dibawah selalu usil.

Baginda....
Mengapa tiada secuilpun rasa takut pada Tuhan bersemayam didada,
Tidak gemetar dengan peringatan tentang lautan api neraka yang menggelora,
tak takut daging dan tulang akan tercerai berai dihantam malaikat dengan gada.
Sungguh engkau telah begitu takabbur dan tergoda.

Baginda....
cepatlah sadar sebelum Tuhan murka,
dan sang maut mencabut nyawa para pendurhaka.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Rabu, 09 Maret 2011

TANDA-TANDA HATI BERIMAN

Tanda-Tanda Hati Beriman

Banyak sekali orang Muslim di dunia ini, namun hanya sedikit yang beriman. Banyak orang yang beriman, namun sedikit sekali yang benar-benar beriman dengan perkataan, perbuatan, dan hati.

Renungkanlah beberapa indikasi berikut. Sudahkah kita memilikinya? Koreksi diri kita. Bermuhasabahlah dan hisablah iman kita sebelum kelak kita akan dihisab oleh-Nya.

1. Cinta kepada Allah

Bagaimana mungkin kita mengaku beriman, padahal kita tidak sedikitpun mencintai-Nya? Melakukan sesuatu yang dibenci-Nya, dan membenci sesuatu yang dicintai-Nya. Sungguh ironis. Padahal telah jelas cinta Allah tergambar melalui karya-Nya yang sungguh megah di muka bumi, lewat irama-Nya yang sungguh indah dalam nyanyian burung-burung, pun lewat ketundukan hati selayaknya air yang senantiasa mengalir dari hulu ke hilir dan tak pernah terbalik. Subhanallah!

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dan diantara manusia ada orang-orang yang mengangkat sembahan-sembahan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165)

Begitu pula telah tersurat jelas dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

"Ada tiga perkara, barangsiapa terdapat dalam dirinya ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tiada lain hanya karena Allah; dan tidak mau kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia tidak mau kalau dicampakkan ke dalam api." (HR Bukhari-Muslim).

Ikhwah fillah, bila kita mengaku Mukmin, sudah sepatutnya kita mencintai Allah dengan sebenar-benar cinta. Sepenuh jiwa raga.

2. Kembali dan bergantung hanya kepada-Nya.

Allah berfirman dalam QS Al Fatihah ayat 5, "Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan."

Demikian gambaran yang diberikan Allah mengenai sifat orang beriman. Mereka tawakkal kepada-Nya. Dan itulah jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.

Sahabat,
Pernahkah kita dilanda sebuah permasalahan berat? Kita berlari kepada sahabat kita. Mengetuk pintu rumahnya. Lama, tidak juga dibukakan. Mengetuk lagi. Dan ketika dibukakan, bukan sambutan hangat yang kita dapatkan. Namun justru raut wajah yang ternyata juga sedang dilanda masalah. Ke mana kita harus menumpahkan permasalahan yang kita hadapi?

Kembalilah pada Allah. Teman, sahabat, atau bahkan saudara kita memang sering ada untuk kita. Tapi tidak selalu. Mereka juga punya permasalahan. Mereka punya kesibukan pula yang kadang tidak bisa ditinggalkan. Hingga dia tidak bersedia membukakan pintu untuk kita. Bagaimana dengan Allah? Dia tidak pernah menutup pintu-Nya. Dia membentangkan tangan-Nya menyambut setiap permasalahan kita. Dia membentangkan tangan untuk melimpahkan rahmat-Nya. Selalu. Dan selalu. Tak pernah tertutup untuk kita.

Bila kita mengaku beriman kepada Allah, kembalilah segera kepada-Nya. Bergantunglah hanya kepada-Nya. Allah Maha Menyelesaikan masalah.

3. Asyik dalam beribadah.

Ciri orang yang beriman adalah menikmati ketika ia sedang beiribadah kepada-Nya. Renungkan amalan ibadah kita. Sudahkah kita khusyu' dalam beribadah?

"Ya Allah, sungguh hamba malu kepada-Mu. Engkau berikan yang terbaik kepada hamba. Namun tak pernah hamba bersyukur. Jangankan menambah amalan sunnah. Amalan wajib saja kadang hanya mempergunakan waktu sisa. Maka siapalah hamba mengharap surga-Mu."

Sahabat,
Nikmati setiap detik langkahmu kepada Allah. Sungguh, Dia tidak pernah tidur. Dia Mengetahui setiap amalan kita. Tidak ada yang sia-sia. Tidak pula ada yang dirugikan oleh-Nya.

4. Rindu kepada Allah.

Ubadah bin Shamid r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Allah berfirman: Apabila hamba-Ku senang untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga senang untuk bertemu dengannya. Dan jika dia tidak suka untuk bertemu dengan-Ku, Aku juga tidak suka untuk bertemu dengannya." (HR. Bukhari, hadits shahih)

Renungkanlah. Sudahkah kita merindukan bertemu dengan-Nya? Atau barangkali kita malah ketakutan ketika harus bertemu dengan-Nya?

Rindu itu mengindikasikan cinta. Cinta memang bukan semata hanyalah rindu. Tapi rindu adalah bagian dari rasa cinta. Dan iman kita meyakini sepenuh hati bahwa kelak akan ada suatu hari dimana dunia akan hancur, di hadapan kita dihamparkan lapangan yang begitu luas. Dan di sana kelak kita akan bertemu dengan Sang Illahi Rabbi.

Sudah siapkah kita?

"Ya Allah, tumbuhkanlah rindu dalam hati ini hanya pada-Mu. Agar tiada yang hamba damba selain-Mu."

5. Tenteram bersama Allah.

Satu cuplikan ayat yang diulang-ulang dan tentu kita sudah sangat sering mendengar ataupun membacanya, "La tahzan. Innallaha ma'anaa."

Ya, jangan bersedih hati. Sesungguhnya Allah bersama kita. Bila kita sudah mencintai Allah, sudah senantiasa berserah diri kepada-Nya, sudah asyik beribadah dan berkhalwat dengan-Nya, sudah merasakan rindu yang sangat kepada Allah, maka tentunya kita akan tenteram bersama-Nya. Tak ada lagi kerisauan tentang dunia karena ia hanya tempat persinggahan kita sementara. Tak ada lagi ketakutan akan selain-Nya, karena kita yakin tidak ada Sebaik-baik Penolong kecuali Allah. Dan itulah tanda kita sudah beriman sebenar-benarnya kepada Allah.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Selasa, 08 Maret 2011

MERENUNG SEJENAK

Merenung Sejenak

Sahabatku ikhwah fillah semua...
Ingatkah kita...?
Di waktu kecil ketika masih imut-imut, kita rajin baca Qur'an. Kita pun aktif dalam berbagai pengajian.
Kita jadikan guru, ustadz, dan orang tua kita sebagai teladan.
Kita pun punya cita-cita..."INGIN MASUK SURGA!"
Kita patuh kepada orang tua, tunduk pada guru, dan setia pada teman.

Sekarang, usia kita sudah 17+. Udah dewasa katanya.

Tapi lihatlah. Apakah kedewasaan namanya jika kita berani menyakiti hati kedua orang tua.
Apakah dewasa namanya, jika kita sudah tidak punya malu berbusana setengah telanjang? Apakah kedewasaan namanya, jika kita tak mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil? Dan apakah dewasa namanya, jika cinta membuat kita buta akan kebenaran??

Ingatlah, saudaraku.

Hari ini kita masih hidup. Bisa jadi setelah kita merenung sambil membaca tulisan ini, usia kita juga berakhir. Siapa yang bisa menjamin?

Sekarang kita berleha-leha seperti ini, apa kita yakin kelak di akhirat akan selamat?

Saudaraku,
Usia kita hanya Allah saja yang tahu. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada. Maju dan songsonglah surga. Takkan pernah merasa lelah sebelum kaki menginjak surga.

Allah selalu bersama kita.
Renungkanlah sahabatku.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Sabtu, 19 Februari 2011

SUNGGUH AKAN KAMI BERIKAN COBAAN KEPADAMU


SUNGGUH AKAN KAMI BERIKAN COBAAN KEPADAMU

Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah.
Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan kita teringat bahwa itupun merupakan ujian dan cobaan dari Allah. Ada diantara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula diantara kita yang tegar menghadapinya.

Al-Qur'an mengajarkan kita untuk berdo'a:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya..."(QS 2: 286)

Do'a tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah.

Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke "orang pintar" agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke "kursi" yg lebih empuk.

Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan sadaqoh.

Al-Qur'an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. Allah berfirman: "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke¬kurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS 2: 155) Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah....tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, "yah..sabar kan ada batasnya... " Atau lidah kita berseru, "sabar sih sabar... saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?" Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.

Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas: "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un". (Qs 2: 156)

Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat "Inna lillahi...." Orang sabar-kah kita? Nanti dulu! Andaikata kita mau merenung makna kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar.

Arti kalimat itu adalah : "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali."

Kalimat ini ternyata bukan sekedar kalimat biasa. Kalimat ini mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka-maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al-Qur'an!

Ikhlaskah kita bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang. Relakah kita bila proyek yang sudah didepan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita. Berubah menjadi dengki-kah kita bila melihat tetangga kita sudah membeli teve baru, mobil baru. Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah....

Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, ditengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al-Qur'an: "Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Allah berfirman dalam Al-Qur'an :

Laa yukallifullahu nafsan illa wus aha

Allah tidak akan memberi cobaan pada manusia kecuali mereka mampu menanggungnya.

Untuk itu tak usah buru-buru meratapi kondisi kita yang miskin, sakit-sakitan, ditimpa bencana Seakan hanya kita yang mendapat cobaan yang berat dari Allah.

Innallaha maashobirin
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar. Aamiin.
Wassalam

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Minggu, 13 Februari 2011

PETANI KENTANG


Petani Kentang

Seorang petani kentang ternyata tidak pernah pusing memilih kentang. Namun rupanya ia justru mendapatkan uang yang lebih banyak. Sahabat dekatnya terheran dan akhirnya bertanya kepadanya, "Apa rahasia keberhasilanmu?"

Ia menjawabnya, "Sederhana aja kok, saya langsung menaikkan kentang hasil panen itu semuanya saya masukkan ke dalam gerobak, kemudian mengangkutnya melalui jalan yang paling jelek menuju kota. Selama perjalanan delapan kilometer itu kentang-kentang berukuran kecil selalu berada dibawah sementara kentang-kentang yang berukuran besar naik ke atas."

Ini bukan hanya berlaku pada kentang, melainkan berlaku juga pada "Sunatullah kehidupan" Melalui jalan yang terjal berliku kentang-kentang yang besar yang akan naik ke atas. Dalam masa sulit. kita yang bertahan dan ulet akan naik ke atas. Masa sulit tidak akan pernah berakhir, hanya seorang Mukmin yang kuatlah yang sanggup mengatasi kesulitan hidup.
---

Sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).
Wassalam

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Selasa, 08 Februari 2011

ASI SEBAGAI JAMINAN MASA TUA DAN AKHIRAT KITA

ASI Sebagai Jaminan Masa Tua dan Akhirat Kita

Seorang lelaki tua tinggal bersama anak laki-lakinya, menantu dan cucunya yang baru berusia 4 tahun. Tangan lelaki tua itu gemetaran, matanya kabur dan jalannya tertatih-tatih.

Keluarga ini selalu makan bersama di meja, namun tangan orang tua mereka yang gemetaran membuat makan menjadi pekerjaan yang sulit baginya. Pastei (pie) menggelinding dari sendoknya jatuh ke lantai. Bila ia meraih gelas, susu tumpah membasahi taplak meja. Anak dan menantunya menjadi jengkel karena kotoran yang di akibatkannya.

"kita harus berbuat sesuatu terhadap ayah," kata si anak. "Aku sudah tidak sabar lagi melihat tumpahan susu, berisiknya kunyahan dan makanan yang jatuh ke lantai."

Kemudian suami isteri itu menyediakan meja kecil di pojok rumah. Di meja ini ayah mereka makan seorang diri. Karena sang ayah juga memecahkan satu atau dua piring, maka makanan di meja kecil ini disajikan dalam mangkuk terbuat dari kayu.

Bila keluarga ini melihat sekilas ke arah lelaki tua itu, terkadang tampak matanya berkaca-kaca selagi ia duduk sendiri. Apabila sang kakek menjatuhkan garpu atau menumpahkan makanan, mereka menegurnya dengan keras. Sang cucu yang berumur 4 tahun diam-diam menyaksikan semua kejadian itu.

Suatu petang, sebelum makan malam, sang ayah menyaksikan anaknya bermain-main dengan potongan-potongan kayu di lantai. Dengan manis ia bertanya,"Lagi bikin apa, Nak?"

Sang anak dengan manja menjawab, " Oh...., aku sedang membuat mangkuk kecil untuk makan Papa dan Mama bila aku sudah besar nanti."

Anak umur 4 tahun itu tersenyum manis lalu kembali bekerja.

Kata-kata si anak menampar kedua orang tuanya sehingga mereka tak kuasa berkata-kata. Air mata mulai mengalir di pipi mereka. Meskipun keduanya tidak berbicara, tapi mereka tahu apa yang harus segera dilakukan.

Malam itu juga, sang suami memegang dengan lembut tangan ayahnya lalu membimbingnya ke meja keluarga. Sejak hari itu, lelaki tua makan lagi bersama keluarganya. Dan suami istri itu tidak pernah lagi memperdulikan garpu yang jatuh, susu yang tumpah dan taplak meja yang kotor.

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

IKUT MAMA ATAU PAPA?


Ikut Mama Atau Papa?

Suatu hari sepasang suami istri yang sudah dikaruniai tiga anak, bertengkar. Anak pertama berusia 5 tahun, anak kedua 3 tahun dan anak ketiga masih menyusu pada ibunya. pertengkaran itu, piring, gelas dan peralatan rumah tangga lainnya beterbangan dan pecah. Karena istrinya tidak tahan lagi.

'Pa, kalau begini terus lebih baik kita cerai! Aku sudah nggak tahan lagi melihat tingkah laku papa!' seru istrinya dengan suara yang keras dan emosi tinggi sambil membanting piring ke lantai. Tidak mau kalah si suami pun membalas dengan suara keras dan penuh emosi tinggi sambil memecahkan gelas ke lantai, "Baik.. baik...! Kalau itu kemauanmu, silahkan kita cerai! Oke, sekarang kita tanya anak-anak, sama siapa nanti ikut! Apa sama saya atau sama kamu!'

Lalu si suami bertanya pada anak-anaknya dengan di iringi emosi yang masih tinggi, 'Ana.. kamu pilih ikut mama atau papa..?' 'Ana ikut mama.' jawab Ana. "Ani.. kamu..?". 'Ikut mama!' jawab Ani. Karena anak ketiga belum bisa bicara, sambil membentak dengan penuh emosi.

'Semua ikut mama, tidak ada yang ikut papa..! Kalau gitu papa ikut mama juga ah!'.

Istrinya pun langsung tertawa mendengar jawaban suaminya, mereka berdua dan ketiga anaknya saling berpelukan tidak mau berpisah.

Cerita diatas adalah pengantar senyuman dipagi hari ini dengan harapan bisa menambah semangat kerja dan menambah motivasi mengawali aktifitas anda dihari ini. Semoga semua aktifitas kita dipagi hari ini mendapatkan keberkahan dari Allah dunia dan akherat. Aamiin...

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

KISAH RAJA YANG GELISAH


Raja Yang Gelisah

Pada suatu hari ada seorang raja yang gelisah, ditengah harta berlimpah, istri yang cantik, kehidupannya hampir tidak memliki kekurangan apapun dalam materi tetapi raja itu merasa gelisah, tidak tahu apa yang membuat hidup gelisah. Maka pada suatu malam sang raja keluar dari istana untuk mencari pengobat rasa gelisahnya.

Raja memutuskan menyamar dan mengembara. Di sebuah desa, ia menemukan beberapa penduduk yang terus menerus mengeluh hidup kekurangan. Ditempat yang tidak jauh sang raja melihat ada pedagang kaya raya tetapi terus menerus mengomel dan marah karena hari itu tidak untung besar.

Melihat kenyataan hidup seperti itu sang raja semakin tidak mengerti, apa yang sebenarnya yang dicari dalam hidup ini. Disaat raja menerung dan putus asa tiba-tiba terdengar suara seseorang, 'Alhamdulillah, pekerjaan hari ini sudah selesai. Alhamdulillah, malam ini sudah makan. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah sekarang waktunya untuk istirahat.' ucapnya.

Suara itu benar-benar menggetarkan jiwa sang raja, mampu merasakan kebahagiaan dan kedamaian dihatinya. Sang raja mencari sumber suara itu, dia tertegun dan terpaku ternyata suara itu berasal dari seorang pemuda yang mengenakan pakaian lusuh yang nampak tertidur pulas di gudang penyimpanan barang. Melihat pemuda itu, sang raja meneteskan air mata betapa kebahagiaan justru hadir pada orang yang dipandang sebelah mata sementara dirinya sebagai raja yang berlimpah harta dan kekuasaan hidup dalam penderitaan.

Pesan kisah diatas, kita dapat melihat bahwa kunci kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam hati kita. Suasana hati kita tergambar dalam kehidupan sehari-hari, senang, sedih, tertawa, menangis, terdiam, tersenyum. Kunci kebahagiaan tidak dapat ditemukan dari harta berlimpah ataupun kekuasaan melainkan pada hati yang tenteram.
---

'(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.' (ar-Raad : 28).
Wassalam

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Senin, 07 Februari 2011

SHOLAT SEBAGAI MI'RAJNYA SEORANG MUKMIN


SHOLAT SEBAGAI MI'RAJNYA SEORANG MUKMIN

Pandangan bahwa sholat adalah mikrajnya kaum beriman merujuk pada pendapat yang kedua, yakni bermi`raj secara spiritual. Sholat yang khusyu` dimungkinkan dapat mengantarkan orang mukmin berjumpa, ber muwajahah, ber muhawarah dan ber munajat, berkomunikasi secara intens dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala Bagaimana caranya?

Imam Gazali dalam Ihya `Ulumuddin menyebut enam makna batin yang dapat menyempurnakan makna sholat, yaitu ; (1) kehadiran hati, (2) kefahaman, (3) ta`zim, mengagungkan Allah, (4) segan, haibah, (5). Berharap, raja, dan (6) malu.

1. Yang dimaksud dengan kehadiran hati (hudur al qalb) dalam sholat ialah bersihnya hati dari hal-hal yang tidak semestinya terlintas di dalam sholat, sinkron antara apa yang diucapkan dalam sholat dengan apa yang difikirkan.

2. Yang dimaksud dengan kefahaman, tafahhum, adalah faham terhadap makna dari apa yang diucapkan dalam sholat. Kefahaman akan makna yang dibaca akan dapat membantu menghadirkan hati.

3. Yang dimaksud dengan ta`zim ialah sikap hormat kepada Allah. Ta`zim merupakan buah dari dua pengetahuan, yaitu pengetahuan penghayatan atas kebesaran Allah dan kesadaran akan kehinaan dan keterbatasan dirinya sebagai makhluk.

4. Yang dimaksud dengan haibah ialah perasaan takut kepada Allah yang bersumber dari kesadaran bahwa kekuasaan Allah itu amat besar dan efektif serta menyadari bahwa hukum Allah atau sunnatullah itu pasti berlaku. Oleh karena itu ia sangat takut melanggar hukun-hukumnya, karena akibatnya merupakan satu kepastian.

5. Yang dimaksud dengan raja', penuh harap, adalah selalu berfikir positif bahwa Allah Maha lembut dan luas kasih sayangNya. Di dalam sholat, perasaan harap dan cemas silih berganti, cemas takut melanggar, dan berharap memperoleh rahmatNya.

6. Sedangkan perasaan malu, haya' kepada Allah bersumber dari kesadaran akan banyaknya kekurangan pada dirinya dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala..

Menurut Imam Gazali, jika ke enam hal itu berkumpul pada orang sholat, maka hatinya akan menjadi khusyu` karena seluruh cita rasanya, seluruh kesadarannya, tertuju hanya kepada Yang Satu, Yang Maha Agung, yang dihormati, ditakuti, tapi menjadi tumpuan harapannya. Aisyah pernah menceriterakan bahwa di luar sholat, Nabi biasa berbincang-bincang akrab dengan siapapun, tetapi ketika sedang sholat, beliau seakan-akan tidak mengenal orang lain, dan Aisyahpun bersikap seperti tidak mengenal beliau.

Khusyu akan mudah dicapai oleh orang yang lurus pandangan hidupnya, karena kekeliruan pandangan hidup akan menyulitkan pemusatan perhatian dalam beribadah. Kelezatan bermunajat hanya dimiliki oleh orang yang sudah tidak lagi mencintai harta benda duniawi, karena seperti yang dikatakan oleh al Gazali bahwa orang yang masih bergembira dengan harta benda, apalagi yang masih mencampur adukkan kebaikan dengan keburukan, ia tidak dapat bergembira dalam bermunajat kepada Allah. Cinta harta dan cinta kepada akhirat tidak bisa menyatu dalam satu wadah.
Wassalam..

MENGAPA KITA SHOLAT


MENGAPA KITA SHOLAT?

Pertanyaan, mengapa kita sholat? Apakah Allah membutuhkan untuk disembah oleh hambaNya? Pada dasarnya Allah tidak membutuhkan untuk disembah oleh hambaNya. Mau disembah atau tidak, Allah tetaplah Maha Besar. Kitalah sebagai hamba yang membutuhkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita membutuhkan waktu untuk mengadu segala permasalahan kita, kita meminta tolong dan memohon ampunan atas segala dosa yang kita lakukan sehingga amal yang dihisab pertama kali dalam hidup kita adalah sholat.

Amal yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Bila sholat seseorang baik seluruh amalnya juga baik. Demikian juga sebaliknya jika seseorang sholatnya buruk maka akan buruk seluruh amalnya (HR. Thabrani).

Oleh sebab itu kita harus melaksanakan dengan sungguh-sungguh karena sholat mempengaruhi dalam kehidupan kita sehari-hari. Sholat pula juga menjadi pilar terakhir dalam kepribadian kita. Sholat juga menjadi sumber cinta dan kasih sayang pada diri kita yang mampu mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar.

Sesungguhnya pilar-pilar Islam akan runtuh satu persatu. Ketika runtuh pilar pertama maka manusia akan berpegang teguh pada pilar berikutnya. Keruntuhan pilar Islam berawal dari diabaikannya hukum-hukum Islam dan pilar terakhir yang akan runtuh adalah sholat (HR. Ibnu Hibban).

Sejenak mari kita bertanya pada diri sendiri, dimanakah kita meletakkan sholat dalam kehidupan kita? sejauh mana kita menjaganya? Sudahkah Melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan mengintegrasikan semua bacaan yang terkandung di dalam kehidupan sehari-hari?

Betapa pentingnya sholat hingga Allah mengingatkan di dalam al-Quran berkali-kali hal yang tidak boleh terlupakan. Allah dalam ayatNya selalu mengingatkan agar kita mendirikan sholat bukan mengerjakan sholat. Mendirikan bermakna ruh kesadaran terbangun di dalam diri kita. Ada kesungguhan dan keseriusan untuk melaksanakan. Bukan hanya melaksanakan dan menggugurkan kewajiban namun tertanam di dalam diri kita makna sholat yang sesungguhnya yaitu tiada diri dan ego kita, yang ada hanya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang yang berkehendak pada seluruh hidup kita. Itulah sebabnya mengapa kita sholat.
Wassalam.

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

CERITA PAGI Masinis Kereta


CERITA PAGI
Masinis Kereta


Suatu hari sebuah kereta api melaju dengan kencang hendak melewati perkampungan. Di perkampungan itu ada seorang ibu penjual gado-gado selesai mencuci serbetnya (kain lapnya) yang berwarna merah. Selesai mencuci dia mengibaskan serbet tersebut untuk dijemur di pagar pembatas antara rel kereta dengan kampung.

Dari kejauhan, sang masinis kereta melihat si ibu dengan kain lap yang berwarna merah yang dikebas-kebaskan. Masinis menjadi menyangka ibu itu memberi tanda bahaya. Dengan khawatir masinis segera mengerem keretanya secara mendadak hingga menyebabkan para penumpang kereta terjungkal.

Lalu masinis bertanya pada ibu tersebut, "Ada apa, Bu?"
Si ibu penjual gado-gado pun menjawab dengan ringan, "Hampir habis, Pak. Tinggal kacang panjang dan kangkung doang!"

Cerita diatas saya ingin mengajak teman2 sejenak untuk tersenyum. Semoga dipagi yang indah ini anda dan keluarga dalam keadaan sehat selalu, Selamat beraktifitas, jangan lupa senyumnya untuk orang-orang disekeliling kita. Senyum yang tulus itu menyehatkan loh!
--

Sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam al-Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran (Qs. az-Zumar : 27).
Wassalam

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Minggu, 06 Februari 2011

KETAKUTAN DALAM KESEPIAN


Ketakutan Dalam Kesepian

Ketakutan yang terbesar dari orang-orang yang mengalami kesepian yang hebat adalah depressi atau kehilangan keseimbangan emosional untuk sementara waktu atau lama. Banyaknya pertimbangan sangatlah menentukan kepastian, harga diri, nilai dan pandangan dunia terhadap realitas yang ada. sering membuat orang menjadi terombang ambing dan menjadi merasa 'gila.' Hal itu bukan berarti kesepian adalah penyakit psikologis. Dr. Robert S Weiss dari Kedokteran Universitas Harvard menyebutkan bahwa kesepian adalah tanggapan normal dari kurangnya dua kebutuhan pokok sosial yang utama.

1. Bila kita memiliki ikatan dilengkapi hubungan akrab dengan pasangan atau seseorang yang kita cintai.

2. Rasa berkelompok dilengkapi dengan jaringan teman-teman yang ikut berbagi kepentingan yang sama dalam masalah tertentu.

Dua kebutuhan pokok inilah yang menjadi pondasi diri kita. Bila kita kehilangan salah satunya maka hal itu menyebabkan kita menjadi kesepian. Pengobatannya bisa melalui cara mengaktifkan atau mencari hubungan yang lebih berarti dan mengisi hari-hari yang ada dengan pekerjaan atau aktifitas yang menyenangkan. Meski kesepian bukan penyakit mental namun bisa berakibat buruk terhadap kesehatan fisik dan emosional seseorang bahkan berakibat kematian dini.

Kesepian dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Angka kematian yang tinggi dari mereka yang mengalami kesepian secara terus menerus selama 6 bulan sesudah kehilangan seseorang yang dicintainya. Kesepian seperti itu berakibat seseorang mengalami stress atau tertekan sekaligus dapat untuk bisa mengenali diri kita yang hakiki. Betapapun sakitnya kesepian itu adanya namun dapat menjadi sebuah pencarian batin yang efektif, saatnya untuk mencari makna hidup dan yang paling penting adalah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Dengan berdoa dan penyerahan diri secara total maka beban hati anda tersalurkan dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan membiarkan anda berjalan dalam kesendirian dan kesepian.

'Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.' (QS. Yusuf : 86).

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

MAKNA KERIDHAAN


Makna Keridhaan

Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 216).

Ayat ini memiliki makna tentang indahnya keridhaan. Makna ridha dengan pemberian yang telah Allah tetapkan kepada kita merupakan kunci sukses dalam meraih kebahagiaan. Sesungguhnya keridhaan itu memiliki buah yang melimpah berupa keimanan. Orang yang ridha dengan ketetapan Allah akan terangkat ditempat yang mulia.
Hal itu mempengaruhi keyakinannya menjadi dalam dan memiliki akar yang kuat, tertanam dalam hati.

Barangsiapa yang hatinya penuh dengan ridha terhadap ketetapanNya. Allah akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, serta qonaah, selanjutnya Allah menjadikan hatinya penuh cinta, inabah, tawakal kepadaNya, bagi orang yang tidak memiliki keridhaan terhadap ketetapan Allah, hatinya penuh dengan kebencian, kemungkaran, dan kemarahan, dirinya sibuk dengan hal-hal yang sifatnya mencari kesalahan pada orang lain. Sikapnya cenderung reaktif, sensitif terhadap apapun yang membuatnya terjauh dari kebahagiaan dan keberuntungan.

Keridhaan akan mengosongkan hati dari berbagai keterikatan, ketergantungan. Hati dibiarkan hanya untuk Allah. Sikap tidak menerima terhadap qodo' atau ketetapan Allah akan menguras isi hati dari segala sesuatu hal yang bersangkutan dengan Allah. Selalu mengeluh tidak mampu merasakan karunia yang Allah berikan kepadanya, dimatanya hanyalah rizki yang tidak pernah cukup, nasib yang tidak baik, musibah yang tak pernah kunjung usai.
Dirinya merasa berhak untuk mendapatkan yang lebih dari semua itu. Dimatanya apa yang menimpa dirinya adalah Allah yang telah memberikan nasib sial. Allah dianggapnya yang bertanggungjawab atas penderitaan yang dialaminya, sebab Allah yang selalu memberikan ujian, musibah, cobaan dan bencana padanya.

Itulah sebabnya menjadi penting untuk kita bersikap ridha atau menerima ketetapan Allah sekalipun ketetapan Allah terkadang pahit rasanya. Keridhaan hati menghilangkan kesedihan, menjauhkan dari bencana, mendapatkan kenikmatan dan karunia yang besar sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala. ' Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah. mereka tidak ditimpa bencana dan mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.' (QS. Ali Imran : 174).

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Sabtu, 05 Februari 2011

Ya Allah, Engkaulah Kekasih Sejatiku


Ya Allah, Engkaulah Kekasih Sejatiku

Disaat semua orang telah pergi menjauhi kita. Disaat orang yang dulu menyayangi kita kini tidak peduli lagi. Disaat orang yang dulu memuji kita, sekarang malah menghina kita. Dunia menjadi terasa sunyi, sepi dan sendiri. Terasa tidak ada lagi yang menemani dalam hidup kita, Rasanya semuanya meninggalkan kita dalam kesendirian dan penderitaan.

Semua yang ada didunia bisa hilang kapan saja. Semua harta, anak, saudara, pasangan hidup, jabatan, kesehatan bisa meninggalkan anda tanpa mesti memberitahukan kepada anda. Namun bila kita masih memiliki iman maka ada yang tidak akan pernah meninggalkan kita, justru berada di dekat kita dan menemani kita bila kita mengalami segala kesedihan. Dia adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kekasih sejati bagi orang yang beriman.

Adakah didunia ini yang selalu menemani kita disaat kita membutuhkan sekalipun di liang lahat? Adakah orang yang selalu menghibur kita disaat kita bersedih? Adakah yang mau mencintai kita walaupun kita tidak mencintainya? Ingatlah! Allah adalah kekasih sejati kita. Allah Maha Pengasih dan Maha Peyayang akan senantiasa menemani dan menyayangi kita kapanpun dan dimanapun.

Allah berfirman dalam hadist qudsi. 'Kalau seorang hamba-Ku mengingat-ingatKu di dalam dirinya, AKu akan mengingatnya di dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam angan-angannya, Aku akan mengingatnya di dalam angan-Ku yang lebih baik dari pada angannya. (HR. Bukhari & Muslim).

♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣♣
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬